Pengertian Algoritma
Algoritma adalah urutan langkah untuk menyelesaikan masalah secara
sistematis dan logis. Algoritma menawarkan suatu metode dalam
menyelesaikan sebuah permasalahan. Algoritma diartikan sebagai urutan
langkah dalam menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis.
Pendekatan secara sistematis dan logis tersebut, menjadikan proses
penyelesaian masalah terjaga kebenarannya karena algoritma hendaklah
benar agar dapat menghasilkan keluaran/solusi yang benar
pula. Penyelesaian masalah(problem solving) adalah
kegiatan utama yang dilakukan dalam menyelesaiakan sesuatu. Adapun
langkah-langkah Problem Solving adalah sebagai berikut :
- Mengidentifikasi masalah
- Desain
- Algoritma
- Pembuatan program
- Pengujian
- Pemeliharaan
Algoritma biasa ditulis dalam bentuk pseudo code. Perhatikan contoh berikut ini:
Carilah luas persegi panjang jika diketahui x sebagai nilai panjang dan y sebagai nilai lebar.
Carilah luas persegi panjang jika diketahui x sebagai nilai panjang dan y sebagai nilai lebar.
- panjang ← masukkan x sebagai nilai panjang
- lebar ← masukkan y sebagai nilai lebar
- luas ← panjang * lebar
- Tulis luas
Tentukan bilangan masukan berikut sebagai bilangan postif, negatif atau nol.
- Bilangan ← bilangan yang akan diuji
- If bilangan > 0 then tulis “Bilangan Positif”
- If bilangan < 0 then tulis “ Bilangan Negatif”
- Tulis “Nol”
Tampilkan tulisan “Selamat Belajar” sebanyak 10 kali
- x ← masukkan nilai perulangan
- i ← 1
- Jika i <= x, tulis “Selamat Belajar”Ciri Algoritma :
- Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah terbatas.
- Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (Ambiguitas).
- Algoritma memiliki nol atau lebih masukkan.
- Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
- Algoritma harus efektif (setiap langkah harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal)
Algoritma untuk melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya jika kita ingin menulis surat, maka anda perlu melakukan
beberapa langkah-langkah berikut:
- Mempersiapkan kertas dan amplop
- Mempersiapkan alat tulis, seperti pena atau pensil.
- Mulai menulis
- Memasukkan kertas ke dalam amplop
- Pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat tersebut
Struktur
Data
Struktur data adalah suatu
pengelolaan data sehingga data dapat dipergunakan secara lebih efisien dan
efektif. Dalam bahasa pemrograman, struktur data seringkali ditampakkan secaa
fisik dalam bentuk tabel (biasanya pada bahasa pemrograman/pengelolaan database
berbasis visual), namun pada beberapa bahasa pemrograman yang tidak berbasis
visual, strutkur data lebih berupa pengelolaan data dengan aturan-aturan
tertentu. Beberapa konsep pengelolaan data sederhana adalah sebagai berikut :
1. Array
Array adalah kumpulan data
bertipe sama dan menggunakan nama yang sama pula. Antara satu variabel dengan
variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan “subscript”. Subscript
berupa bilangan di dalam kurung siku [...]. Melalui subscript inilah
masing-masing elemen dapat diakses.
2. Array Berdimensi Satu
Array berdimensi satu adalah
sekumpulan data/elemen yang disimpan secara berurutan dalam suatu
tempat/subscript yang terdiri atas 1 (satu) unsur. Sejumlah data suhu disimpan
dalam nama suhu terdiri dari Suhu 1 = 25°, Suhu 2 = 23,5°, Suhu 3 = 21°, Suhu 4
= 26° dan Suhu 5 = 35° Pendefinisian array meliputi nama array, tipe
elemen array dan jumlah elemen array.
Contoh :
Float nilai_mhs [12];
Keterangan :
1. tipe array : float (bilangan
pecah)
2. nama array : nilai_mhs
3. jumlah elemen array : 12 data,
yaitu nilai_mhs[1], nilai_mhs[2],…., nilai_mhs[12].
Nilai elemen array dapat dimasukkan
melalui keyboard atau dimasukkan saat didefinisikan pada program.
3. Array Berdimensi Dua
Array berdimensi satu adalah
sekumpulan data/elemen yang disimpan secara berurutan dalam suatu
tempat/subscript yang terdiri atas 2 (dua) unsur, yaitu baris dan kolom. Array
berdimensi dua berarti meiliki dua dimensi data.
4. Array Sebagai Argumen Fungsi
Array juga dapat berkedudukan sebagi
parameter di dalam fungsi.
Contoh pendefinisian :
const int MAKS = 5
Int data[MAKS];
5. Fungsi
Fungsi adalah bagian program yang
berisi sejumlah pernyataan tertentu yang dapat dipanggil berulang kali.
Tujuan pembuatan fungsi adalah :
1. Memudahkan dalam mengembangkan
program
2. Menghemat ukuran program
Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam pembuatan fungsi adalah :
1. Fungsi menerima masukan yang
disebut argumen atau parameter.
2. Masukan diproses oleh fungsi dan
memberikan hasil akhir yang disebut nilai balik (return value).
3. Agar fungsi dapat dipanggil,
fungsi harus dideklarasikan.
6. Prototipe
Deklarasi fungsi disebut prototype
fungsi yang berupa :
1. nama fungsi
2. tipe nilai balik fungsi
3. jumlah dan tipe argument
4. serta diakhiri dengan titik koma
(;).
Contoh :
long kuadrat(long l)
dimana menyatakan kuadrat() adalah nama fungsi, long adalah tipe
argument, long (kedua) menunjukkan nilai balik yang bertipe long
void garis()
menyatakan fungsi tanpa nilai balik
Pernyataan return digunakan untuk memberikan nilai balik fungsi. Dalam fungsi diatas berarti
nilai kuadrat dari argument. Fungsi dengan pernyataan void tidak memberikan
nilai balik. Biasanya tidak diakhiri pernyataan return. Jenis variabel
dalam kaitannya dengan lingkup fungsi terdapat tiga macam yaitu : variabel
otomatis, variabel eksternal dan variabel statis.
·
Variabel Lokal (otomatis) : Variabel
yang didefinisikan di dalam fungsi disebut variabel local. Variabel ini hanya
dikenal dalam fungsi tersebut.
·
Variabel Global (Eksternal)
: Variabel yang didefinisikan di
bagian luar manapun dari fungsi dan dikenal oleh semua fungsi. Disebut juga variabel
global, karena dikenal de semua fungsi.
·
Variabel Statis : Baik variabel
local maupun global dapat berfungsi sebagai variabel statis dengan cara
menambahkan pada kedua variabel tersebtu pernyatan static. Kemudian pada kedua
variabel tersebtu berlaku hal sebagai berikut :
1.
Jika variabel local berdiri sebagai
variabel statis maka variabel tetap hanya dapat diakses pada fungsi yang
mendefinisikannya, variabel tidak hilang saat eksekusi fungsi berakhir.
Nilainya akan tetap dipertahankan, sehingga akan dikenali pada pemanggilan
fungsi untuk tahap berikutnya.
2.
Inisialisasi oleh pemrogram akan
dilakukan sekali saja selama program dijalankan. Jika tidak ada inisialisasi
secara eksplisit, variabel diisi dengan nol.
3.
Jika variabel eksternal dijadikan
sebagai variabel statis, variabel ini dapat diakses oleh semua file yang
didefinisikan pada file yang sama dengan variabel eksternal tersebut .
Sumber :
http://indra-cwogat.blogspot.com/2013/12/pengertian-algoritma-dan-struktur-data.html
http://herny.staff.unisbank.ac.id/2011/10/29/pengertian-algoritma-struktur-data-dan-pemrograman/
http://herny.staff.unisbank.ac.id/2011/10/29/pengertian-algoritma-struktur-data-dan-pemrograman/