A.Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok individu
yang secara langsung atau tidak langsung saling berhubungan sehingga merupakan sebuah satuan kehidupan
yang berkaitan antara sesamanya dalam sebuah satuan kehidupan yang dimana
mempunyai kebudayaan tersendiri, berbeda dari kebudayaan yang dipunyai oleh masyarakat lain. Sebagai satuan kehidupan, sebuah masyarakat biasanya menempati sebuah wilayah
yang menjadi tempatnya hidup dan lestarinya masyarakat tersebut,
karena warga masyarakat tersebut hidup dan memanfaatkan berbagai sumber daya
yang ada dalam wilayah tempat mereka itu hidup untk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan hidup mereka sebagai manusia. Maka terdapat semacam
keterkaitan hubungan antara sebuah masyarakat dengan wilayah tempat masyarakat
itu hidup. sebuah masyarakat merupakan sebuah struktur yang terdiri atas saling
berhubungan peranan-peranan dan para warga, peranan-peranan tersebut dijalankan
sesuai norma-norma yang berlaku. Saling berhubungan diantara peranan-peranan
ini mewujudkan struktur-struktur peranan yang biasanya terwujud sebagai
pranata-pranata. untuk mewujudkan peranata-peranata itu dalam kehidupan manusia
bermasyarakat untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup sebagai manusia, yang
dianggap penting oleh masyarakat yang bersangkutan. Melalui pranata-pranata
yang ada, sebuah masyarakat dapat tetap lestari dan berkembang. Pranata-pranata
yang ada dalam masyarakat, antara lain, adalah pranata keluarga, pranata
ekonomi, pranata politik, pranata keagamaan, dsb.
Adapun pengertian masyarakat menurut
para ahli adalah :
a.Selo Soemardjan, Masyarakat adalah
orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
b. Max Weber, Masyarakat sebagai suatu
struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai
yang dominan pada warganya.
c.
Emile Durkheim, Masyarakat adalah suatu kenyataan objektif
individu-individu yang merupakan
anggota-anggotanya.
d. Karl Marx, Masyarakat adalah suatu
struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena
adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara
ekonomis.
2.
Proses Terbentuknya Masyarakat
Untuk menganalisa secara ilmiah tentang
proses terbenruknya masyarakat sekaligus problem-problem yang ada sebagai
proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser, kita memerlukan beberapa
konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses terbentuk
dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian
antropologi dan sosiologi yang disebut dinamik sosial (social dynamic), yaitu :
a.
Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
1)Proses Internalisasi. Manusia mempunyai
bakat tersendiri dalam gen-nya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan,
hasrat, nafsu, serta emosi kepribadiannya. Tetapi wujud dari kepribadiannya itu
sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimulasi yang ada di sekitar alam dan
lingkungan sosial dan budayanya. Maka proses internalisasi yang dimaksud adalah
proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal,
dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala hasrat, perasaan,
nafsu, serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
2)Proses Sosialisasi. Proses ini
bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem
sosial. Dalam proses itu seorang individu dari masa anak-anak hingga masa
tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu
di sekililingnya.
3)Proses Enkulturasi. Dalam proses ini
seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya
dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam
kebudayaannya. Kata enkulturasi dalam bahas Indonesia juga berarti
“pembudayaan”.
b.
Proses Evolusi Sosial
Proses evolusi dari suatu masyarakat dan
kebudayaan dapat dianalisa oleh seorang peneliti seolah-olah dari dekat secara
detail (microscopic), atau dapat juga dipandang dari jauh hanya dengan
memperhatikan perubahan-perubahan yang besar saja (macroscopic). Proses evolusi
sosial budaya yang dianalisa secara detail akan membuka mata seorang peneliti
untuk berbagai macam proses perubahan yang terjadi dalam dinamika kehidupan
sehari-hari dalam masyarakat di dunia.
c.
Proses Difusi
Penyebaran Manusia. Ilmu
Paleoantropologi memperkirakan bahwa manusia terjadi di daerah Sabana tropikal
di Afrika Timur, dan sekarang makhluk itu sudah menduduki hampir seluruh
permukaan bumi ini. Hal ini dapat diterangkan dengan dengan adanya proses
pembiakan dan gerka penyebaran atau migrasi-migrasi yang disertai dengan proses
adpatsi fisik dan sosial budaya.
d.
Akulturasi dan Pembauran atau Asimilasi
Akulturasi adalah Proses sosial yang
timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan
dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan demikian rupa, sehingga
unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam
kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu
sendiri.
Asimilasi adalah Proses sosial yang
timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang
berbeda-beda. Kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang
lama, sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya
yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi
unsur-unsur kebudayaan yang campuran.
e.
Pembauran atau Inovasi
Inovasi adalah suatu proses pembaruan
dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari
tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya
sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses inovasi sangat erat
kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya
membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu
discovery dan invention.
3.
Ciri-Ciri Masyarakat
Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya
sebagai berikut:
a. Manusia yang hidup bersama
sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama.
Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan
peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c.Sadar bahwa mereka merupakan satu
kesatuan.
d.Merupakan suatu sistem hidup bersama.
Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya
terkait satu dengan yang lainnya.
4.
Golongan Masyarakat
a.
Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional adalah masyarakat
yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Jadi,
masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada
cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek
moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan
yang berasal dari luar lingkungan sosialnya. Masyarakat ini dapat juga disebut
masyarakat pedesaan atau masyarakat desa. Masyarakat desa adalah sekelompok
orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat secara tahan lama,
dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
b.
Masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang
sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke
kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Perubahan-Perubahan itu terjadi
sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan
terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti
ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. Bagi negara-negara sedang berkembang
seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat modern ini disebut juga
masyarakat perkotaan atau masyarakat kota.
c.
Masyarakat Transisi
Masyarakat transisi ialah masyarakat
yang mengalami perubahan dari suattu masyarakat ke masyarakat yang lainnya.
Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami transisi ke arah kebiasaan kota,
yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor
industri.
Ciri-ciri masyarakat transisi adalah :
adanya pergeseran dalam bidang pekerjaan, adanya pergeseran pada tingkat
pendidikan, mengalami perubahan ke arah kemajuan, masyarakat sudah mulai
terbuka dengan perubahan dan kemajuan zaman, tingkat mobilitas masyarakat
tinggi dan biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota
misalnya jalan raya.
B.Kebudayaan
Kata
‘kebudayaan’ berasal dari budhayyah (bahasa sanksekerta) yang merupakan bentuk
jamak dari ‘buddhi’, yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai
hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.
Adapaun istilah culture yang merupakan
bahasa asing, sama artinya dengan kebudayaan yang berasal dari kata latin
colere. Artinya mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau bertani.
Sehingga culture dipahami sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk
mengolah dan mengubah alam.
Unsur – Unsur Budaya
Sarjana antropologi Melville J
Herskovits merumuskan unsur-unsur kebudayaan , yaitu:
1.Alat-alat teknologi
2.Sistem ekonomi
3.Keluarga
4.Kekuasaan politik
Sarjana antropologi lainnya, Malinowski
yang dikenal dengan Teori Fungsionalnya, menyebut unsur-unsur pokok kebudayaan,
yaitu:
Sistem norma yang memungkinkan kerja
sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekitarnya
Organisasi ekonomi
Alat-alat dan lembaga atau petugas
pendidikan, perlu diingat bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yang
utama
Organisasi kekuatan
Unsur-unsur kebudayaan untuk kepentingan
ilmiah dan analisisnya diklasifikasikan ke dalam unsur-unsur pokok atau besar kebudayaan, lazim disebut
culture universals. Istilah ini menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut bersifat
universal, yaitu dapat dijumpai pada setiap kebudayaan di mana di dunia ini.
Tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai culture universals, yaitu:
1). Peralatan dan perlengkapan hidup
manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat
produksi, transport, dan sebagainya)
2). Mata pencaharian hidup dan
sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem
distribusi, dan sebagainya)
3). Sistem kemasyarakatan (sistem
kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan)
4). Bahasa
5). Kesenian
6). Sistem pengetahuan
7). Religi
I.Fungsi dan Hakikat Kebudayaan Bagi
Masyarakat
Kebudayaan memiliki fungsi yang besar
bagi manusia dan masyarakat.Masyarakat memiliki kebutuhan-kebutuhan yang harus
dipenuhi dalam menjalani kehidupannya.Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tersebut
sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu
sendiri.Kemampuan manusia terbatas sehingga kemampuan kebudayaan yang merupakan
hasil ciptaannya juga terbatas di dalam memenuhi segala kebutuhan.Hasil karya
masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai
kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan dalamnya.
Teknologi pada hakikatnya meliputi paling sedikit tujuh unsur, yaitu:
1.Alat-alat produktif
2. Senjata
3. Wadah
4. Makanan dan minuman
5. Pakaian dan perhiasan
6. Tempat berlindung dan perumahan
7. Alat-alat transport
Kebudayaan mengatur supaya manusia dapat
mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat menentukan sikapnya kalau
mereka berhubungan dengan orang lain. Setiap orang bagaimanapun hidupnya, akan
selalu menciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri. Kebiasaan merupakan suatu
perilaku pribadi, yang berarti kebiasaan seseorang itu berbeda dari kebiasaan
orang lain, walaupun mereka hidup dalam satu rumah.Kebiasaan menunjuk pada
suatu gejala bahwa seseorang di dalam tindakan-tindakannya selalu ingin
melakukan hal-hal yang teratur bagi dirinya sendiri.
Khusus untuk mengatur hubungan antar
manusia, kebudayaan dinamakan pula struktur normatif atau menurut Ralph Linton,
designs for lifing (garis-garis atau petunjuk dalam hidup). Yang dapat
diartikan bahwa kebudayaan adalah suatu garis-garis pokok tentang perilaku atau
blueprint for behavior, yang menetapkan peraturan-peraturan mengenai apa yang
seharusnya dilakukan, apa yang seharusnya dilarang dan sebagainya.
Kesimpulan
Jadi banyak sekali
pendapat yang mendefinisikan suatu masalah, mulai dari pengertian atau definisi
menurut para ahli, jenis,fungsi,unsur,proses kebudayaan dan masyarakat dan
masih banyak lagi. Untuk itu kita perlu memperhatikan dan melestarikan
kebudayaan agar tidak musnah dari negeri ini. Dengan begitu kita bisa
mempelajari kebudayaan itu sendiri. Selain itu juga kebudayaan dan masyarakat
indonesia itu luas, jadi semua yang kita ketahui tentang masyarakat dan
kebudayaan itu belum banyak yang kita ketahui.
Saran
Agar pengetahuan
kita luas terhadap masyarakat dan kebudayaan, kita perlu menelusuri apa saja
yang ada di Indonesia itu. Mulai dari jenis,dan proses terbentuknya masyarakat
dan budaya. Tak perlu ke luar negeri untuk mencari kebudayaan mereka, cukup
kita ketahui dulu kebudayaan kita agar cinta kita terhadap tanah air tumbuh.


