Sabtu, 24 Juni 2017
Sabtu, 22 April 2017
Gerbang Logika
Nama : Denis
Al Malik Aziz
Kelas :
1IB01
NPM :
11416816
Rangkaian
Logika *
GERBANG
LOGIKA
Gerbang
logika adalah rangkaian
dasar untuk membangun sebuah sistem elektronika digital.
a. Rangkaian kombinasional
b. Rangkaian sequensial
Pertanyaan :
1. Jelaskan definisi rangkaian kombinasional
dan berikan 3 contoh piranti yang menggunakan rangkain ini.
2. Jelaskan definisi rangkaian sequensial dan
berikan 3 contoh piranti yang menggunakan rangkaian ini..
Jawaban :
1. Rangkaian kombinasional
Rangkaian kombinasional
adalah rangkaian yang outputnya hanya tergantung pada input ”pada saat itu”.
Pada prinsipnya, rangkaian kombinasional merupakan penerapan dan penerjemah
langsung dari aljabar boole, yang biasanya dinyatakan sebagai fungsi logika.
Operator logika yang digunakan dalam aljabar boole adalah inversi/negasi (NOT),
perkalian logika (AND), penambahan logika (OR). Contoh dari rangkaian
kombinasional :
- Enkoder
Enkoder adalah rangkaian logika kombinasional yang berfungsi
untuk mengubah atau mengkodekan suatu sinyal masukan diskrit menjadi keluaran
kode biner.
- Dekoder
Rangkaian Dekoder mempunyai sifat yang berkebalikan dengan
Enkoder yaitu merubah kode biner menjadi sinyal diskrit. Sebuah dekoder harus
memenuhi syarat perancangan m < 2 n . Variabel m adalah kombinasi keluaran
dan n adalah jumlah bit masukan. Satu kombinasi masukan hanya dapat mewakili
satu kombinasi keluaran.
- Multiplexer
Rangkaian logika kombinasional Multiplexer atau disingkat
MUX adalah alat atau komponen elektronika yang bisa memilih input (masukan)
yang akan diteruskan ke bagian output (keluaran). Pemilihan input mana yang
dipilih akan ditentukan oleh signal yang ada di bagian kontrol (kendali)
Select.
- Demultiplexer
Rangkaian logika kombinasional Demultiplekser adalah
Komponen yang berfungsi kebalikan dari MUX. Pada DEMUX, jumlah masukannya hanya
satu, tetapi bagian keluarannya banyak. Signal pada bagian input ini akan
disalurkan ke bagian output (channel) yang mana tergantung dari kendali pada
bagian SELECTnya.
2. Rangkaian sekuensial
Rangkaian sekuensial
adalah adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh
masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian yang
bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama
adalah adanya jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya.
- Flip-flop
Flip-flop adalah rangkaian utama dalam logika sequensial.
Counter, Register,Memory, serta rangkaian sequensial lainnya disusun dengan
menggunakan flipflop sebagai komponen utama. Flipflop adalah rangkaian yang
mempunyai fungsi pengingat (memory). Artinya rangkaian ini mampu melakukan
penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan kepadanya. Ada
beberapa macam flipflop yang akan dibahas yaitu RS flipflop, JK flipflop, D
flipflop, dan T flipflop. Ciri utama dari flipflop adalah keluaran Q dan Q’
adalah selalu berlawanan / stabil (jika Q = 0 maka Q’ = 1, Jika Q = 1 maka Q’
=0). Karena kondisi dua keadaan stabil ini rangkaian flipflop dinamakan juga
dengan rangkaian bistabil.
- counter
Rangkaian Counter (penghitung) adalah logika sekuensial yang
dapat dipergunakan untuk menghitung jumlah pulsa masuk dan dinyatakan dengan
bilangan biner. Sesuai dengan namanya 4 BIT Binary Counter adalah suatu rangkaian
logika yang terdiri dari 4 buah Flip-Flop yang mampu melaksanakan perhitungan
sampai bilangan 16.
- Register
Register adalah memori berukuran sangat kecil dengan
kecepatan akses sangat tinggi. Register digunakan untuk menyimpan data dan
instruksi yang sedang diproses, sementara itu data dan instruksi lainnya yang
menunggu giliran diproses akan disimpan dalam main memory
- Memori
Memori adalah pusat dari operasi pada sistem komputer
modern, berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan
dijaga sebaik-baiknya. Memori adalah array besar dari word atau byte, yang
disebut alamat.
Kamis, 05 Januari 2017
Tugas ISD 2
Tugas Ilmu Sosial Dasar (ISD) 2
Video Dokumenter
Lokasi : Cilandak dan Setu Babakan
Judul : Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan
Kelompok :5
Anggota : Denis Al Malik Aziz (11416816)
Harles Fambayu (13416219)
Syahrul Ramadhan (17416238)
Zulian kresnaldi (17416956)
Saat itu kami sedang menuju perjalan menuju ke kali cilandak, saat sampai disana kami memperkenalkan diri terlebih dahulu, akan tetapi anggota kelompok 5 semuanya tidak lengkap.
Ada yang sedang berhalangan, lalu kami tidak bisa berhenti hanya karena 1 anggota, jadi kami menugaskan (harles fambayu) anggota yang tak hadir itu untuk mengedit video.
Kami melihat kali cilandak suasananya begitu sejuk dan rindang, sayangnya di pinggir kali begitu banyak sampah dan airnya berwarna hijau (tercemar). Mungkin disana penduduknya sedikit, jadi sedikit yang peduli terhadap kali itu.
Setelah kami selesai melihat kali cilandak, kami memutuskan untuk pindah ke lokasi lain yang lebih bersih. Kami setuju untuk pergi ke setu babakan di jagakarsa - srengseng sawah. Singkat cerita kami sampai di tempat itu. Kami membandingkan kali cilandak dengan setu babakan, perbedaanya sangat jauh dan penduduknya lebih banyak di setu babakan. Di setu babakan juga banyak yang menjual barang dan makanan dan masih banyak lagi.
Entah kenapa di setu babakan itu lebih bersih daripada di kali cilandak, apa mungkin di setu babakan menyewa petugas kebersihan atau penduduknya lebih peduli terhadap linkungan ?. mungin saja karena penduduknya banyak, jadi banyak yang peduli terhadap lingkungan itu.
Video Dokumenter
Lokasi : Cilandak dan Setu Babakan
Judul : Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan
Kelompok :5
Anggota : Denis Al Malik Aziz (11416816)
Harles Fambayu (13416219)
Syahrul Ramadhan (17416238)
Zulian kresnaldi (17416956)
Saat itu kami sedang menuju perjalan menuju ke kali cilandak, saat sampai disana kami memperkenalkan diri terlebih dahulu, akan tetapi anggota kelompok 5 semuanya tidak lengkap.
Ada yang sedang berhalangan, lalu kami tidak bisa berhenti hanya karena 1 anggota, jadi kami menugaskan (harles fambayu) anggota yang tak hadir itu untuk mengedit video.
Kami melihat kali cilandak suasananya begitu sejuk dan rindang, sayangnya di pinggir kali begitu banyak sampah dan airnya berwarna hijau (tercemar). Mungkin disana penduduknya sedikit, jadi sedikit yang peduli terhadap kali itu.
Setelah kami selesai melihat kali cilandak, kami memutuskan untuk pindah ke lokasi lain yang lebih bersih. Kami setuju untuk pergi ke setu babakan di jagakarsa - srengseng sawah. Singkat cerita kami sampai di tempat itu. Kami membandingkan kali cilandak dengan setu babakan, perbedaanya sangat jauh dan penduduknya lebih banyak di setu babakan. Di setu babakan juga banyak yang menjual barang dan makanan dan masih banyak lagi.
Entah kenapa di setu babakan itu lebih bersih daripada di kali cilandak, apa mungkin di setu babakan menyewa petugas kebersihan atau penduduknya lebih peduli terhadap linkungan ?. mungin saja karena penduduknya banyak, jadi banyak yang peduli terhadap lingkungan itu.
Kamis, 29 Desember 2016
Diskriminasi dan etnosentrisme
DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME
Diskriminasi
Diskriminasi,
menurut wikipedia bahasa Indonesia artinya merujuk kepada pelayanan yang tidak
adil terhadap individu tertentu, dimana layanan ini dibuat berdasarkan
karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Ketika seseorang
diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik tertentu, seperti suku,
agama, ras, antargolongan, jenis kelamin, politik, atau karakteristik lainnya,
diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminsasi.
Pengertian diskriminasi dalam ruang lingkup hukum hak
asasi manusia Indonesia (human rights law) dapat dilihat dalam Pasal 1 Ayat (3)
UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi, “Diskriminasi
adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung atau tak
langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik,
kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa,
keyakinan politik, yang berakibat pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan,
pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar
dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi,
hukum, sosial, budaya, dan aspek kehidupan lainnya”.
Sikap diskriminasi akan memperlakukan seseorang secara subjektif, bukan secara
objektif. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah diskriminasi mungkin yang sering
kita sebut dengan “Pilih-Kasih”. Jadi pada intinya, diskriminasi akan mengubah
peluang yang dimiliki oleh seseorang yang didiskriminasi, disaat sebenarnya dia
memiliki peluang sama dengan orang lain. Diskriminasi tidak hanya dialami oleh
manusia, tetapi makhuk hidup lain seperti hewan pun bisa mendapatkan perlakuan
diskriminasi.
Diskriminasi dibagi menjadi 2, yaitu :
Diskriminasi langsung, terjadi
saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan
karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan
sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
Diskriminasi tidak langsung, terjadi
saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.
Faktor timbulnya diskriminasi
- berlatar belakang sejarah
- dilatarbelakangi olehperkembangan sosio-kultural dan situasional
- bersumber dari faktor kepribadian
- berlatar belakangdari perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
Contoh
Diskriminasi :
1.
Orang tua yang melahirkan anak yang cacat, kemudian orang tua tersebut
memperlakukan anaknya yang cacat tersebut dengan cara yang berbeda dari anaknya
yang lain yang tidak mengalami cacat, atau bahkan menitipkannya kepada orang
lain karena merasa malu. Padahal bagaimanapun anak tersebut adalah titipan
Tuhan, yang harus dipertanggung jawabkan kelak.
2.
Ada juga kasus diskriminasi di area parkir kendaraan. Terkadang ada saja tukang
parkir yang lebih memilih kendaraan-kendaraan yang bagus untuk ia parkirkan,
ketimbang kendaraan-kendaraan yang lebih jadul. Memang diskriminasi dapat
terjadi dimana saja.
3.
Penyakit bisa menyerang siapa saja, tidak memandang dia anak kecil atau orang
dewasa, bahkan kaya ataupun miskin. Ketika seseorang hendak berobat ke rumah
sakit, terlebih dahulu harus menyelesaikan urusan biaya berobat ke bagian
administrasi. Biasanya rumah sakit akan terlebih dahulu melayani pasien yang
memiliki biaya pengobatan ketimbang pasien yang tidak memiliki biaya rumah
sakit. Ketika hanya tersisa satu ruang perawatan, biasanya rumah sakit akan
memberikannya kepada orang yang memiliki biaya untuk perawatan, padahal orang
yang tidak memiliki biaya harus lebih dahulu mendapatkan perawatan.
4.
Penderita ODHA biasanya tidak terlalu nampak gejalanya bila dilihat secara
kasat mata. Tetapi, bila ODHA sudah ketahuan bahwa dia menderita penyakit
tersebut, biasanya orang disekelilingnya akan menjauhinya, tidak terkecuali
orang terdekatnya seperti teman, sahabat, bahkan keluarga. Padahal, hanya
dengan berdekatan dengan ODHA tidak akan menularkan penyakit HIV AIDS tersebut,
jadi tidak bijaksana jika kita mendiskriminasi orang-orang yang menderita HIV
AIDS
upaya upaya untuk mengurangi/menghilangkan
diskriminasi
- perbaikan kondisi sosial ekonomi
pemerataan dan usaha peningkatan
pendapatan bagi warga negara Indonesia masih tergolong dibawah garis kemiskinan
akan mengurangi adanya kesenjangan-kesenjangan sosial antar si kaya dan si
miskin. Melalui program-program pembangunan yang mantap tang didukung oleh
lembaga-lembaga ekonomi pedesaan seperti BUUD dan KUD. Juga melalui program KCK
(kredit candak kulak), KMKP (kredit modal kerja permanen), dan dalam sektor
pertanian dengan intensifikasi khusus (Insus), proyek perkebunan inti rakyat
(PIR), juga proyek tebu rakyat diperkirakan golongan ekonomi lemah lambat laun
akan dapat menikmati usaha-usaha pemerintah dalam perbaikan sektor
perekonomian. Dengan begitu prasangka-prasangka ketidakadilan dalam sektor
perekonomian antara kelompok kuat dan kelompok ekonomi lemah sedikit banyak
dapat dikurangi dan akhirnya akan sirna.
2. Perluasan
kesempatan belajar
Jika dapat
mencapai prestasi tinggi dan dapat mempertahanhan secara konsisten, beasiswa
yang aneka ragam itu dapat diraih dan kantong pun tidak akan kering kerontang.Dengan memberi kesempatan luas untuk mencapai
tingkat pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi bagi seluruh
warga negara indonesia tanpa kecuali, prasangka dan perasaan tidak adil pada
sektor pendidikan cepat atau lambat akan hilang lenyap.
3. Sikap terbuka dan lapang dada
Sesungguhnya idealisme paham kebangsaan yang mencanangkan persatuan dan kemerdekaan, telah menumbuhkan sikap kesepakatan, solidaritas yang tinggi. Dengan berbagai sikap unggul itu, diharapkan akan berkelanjutan dengan sikap saling percaya, saling menghargai, menghormati dan menjauhi dari dari sikap berprasangka. Dilandasi dengan sikap-aikap tersebut akn mucul sikap terbuka, sikap lapang, untuk menerma kritik, suatu makna dari perbedaan pendapat yang wajar dalam kemajemukan masyarakat indonesia. Upaya menjalin komunikasi dua arah, karena masing-masing berniat membuka diri untuk berdialog antar golongan, antar kelompok sosial yang diduga berprasangka dengan tujuan membina kesatuan dan persatuan bangsa adalah suatu cara yang sungguh bijaksana.
Jadi, diskriminasi
adalah suatu sikap yg mengucilkan seseorang atau suatu kelompok yang lebih
lemah atau lebih kecil, sikap dskriminasi sangatlah merugikan seseorang yang
menjadi korbannya, sekarang sudah banyak muncul di media massa tetntang kassus
– kasus diskriminasi yang membuat korbanya merasa tertekan. Dengan adanya upaya
–upaya tersebut kita sebagai masyarakat berbangsa dan beragama wajib memiliki
rasa toleransi dan kasih sayang agar tidak timbul sikap diskriminasai. Seperti
pengertian “Bhinneka Tunggal Ika” adalah berbicara masyarakat yang harmonis dan
saling menghargai bukan saling mendiskriminasi satu sama lain.
Etnosentrisme
Arti dari Sikap etnosentrisme adalah sikap yang
menggunakan pandangan dan cara hidup dari sudut pandangnya sebagai tolok ukur
untuk menilai kelompok lain. Apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan
budaya dan adat istiadat antarkelompok masyarakat tersebut akan menimbulkan
konflik sosial akibat adanya sikap etnosentrisme. Sikap tersebut timbul karena
adanya anggapan suatu kelompok masyarakat bahwa mereka memiliki pandangan hidup
dan sistem nilai yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya.
Menurut Matsumoto (1996) etnosentrisme adalah
kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri.
Berdasarkan definisi ini etnosentrisme tidak selalu negatif sebagimana umumnya
dipahami.
Porter
dan Samovar mendefinisikan etnosentrisme seraya menuturkan, “Sumber utama
perbedaan budaya dalam sikap adalah etnosentrisme, yaitu kecenderungan
memandang orang lain secara tidak sadar dengan menggunakan kelompok kita
sendiri dan kebiasaan kita sendiri sebagai kriteria untuk penilaian. Makin
besar kesamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka dengan kita; makin besar
ketidaksamaan, makin jauh mereka dari kita. Kita cenderung melihat kelompok
kita, negeri kita, budaya kita sendiri, sebagai yang paling baik, sebagai yang
paling bermoral.”
Etnosentrisme
dalam hal tertentu juga merupakan sesuatu yang positif. Tidak seperti anggapan
umum yang mengatakan bahwa etnosentrisme merupakan sesuatu yang semata-mata
buruk, etnosentrisme juga merupakan sesuatu yang fungsional karena mendorong
kelompok dalam perjuangan mencari kekuasaan dan kekayaan. Pada saat konflik,
etnosentrisme benar-benar bermanfaat. Dengan adanya etnosentrisme, kelompok
yang terlibat konflik dengan kelompok lain akan saling dukung satu sama lain.
Salah satu contoh dari fenomena ini adalah ketika terjadi pengusiran terhadap
etnis Madura di Kalimantan, banyak etnis Madura di lain tempat mengecam
pengusiran itu dan membantu para pengungsi.
Etnosentrisme memiliki dua tipe yang
satu sama lain saling berlawanan.
Tipe pertama adalah etnosentrisme fleksibel.
Seseorang yang memiliki etnosentrisme ini dapat belajar cara-cara meletakkan
etnosentrisme dan persepsi mereka secara tepat dan bereaksi terhadap suatu
realitas didasarkan pada cara pandang budaya mereka serta menafsirkan perilaku orang
lain berdasarkan latar belakang budayanya.
Tipe
kedua adalah etnosentrisme infleksibel. Etnosentrisme ini dicirikan dengan
ketidakmampuan untuk keluar dari perspektif yang dimiliki atau hanya bisa
memahami sesuatu berdasarkan perspektif yang dimiliki dan tidak mampu memahami
perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya.
Etnosentrisme
jelas bukan sesuatu yang harus dihilangkan sama sekali. Ia patut dipelihara
karena etnosentrisme memang fungsional. Dalam hal ini etnosentrisme
fleksibellah yang harus dikembangkan. Dengan etnosentrisme fleksibel, kehidupan
multikultur yang damai bisa berlangsung sementara masing-masing kultur tidak
terganggu.
Ketika suku
bangsa yang satu menganggap suku bangsa yang lain lebih rendah maka sikap
demikian akan menimbulkan konflik. Konflik tersebut, misalnya kasus sara, yaitu
pertentangan yang didasari oleh suku, agama, ras, dan antargolongan. Dampak
negatif yang lebih luas dari sikap etnosentrisme antara lain:
a. Mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan
b. Menghambat pertukaran budaya
c. Menghambat proses asimilasi kelompok yang berbeda
d. Memacu timbulnya konflik sosial.
Di sisi yang lain, jika dilihat dari fungsi sosial,
etnosentrisme dapat menghubungkan seseorang dengan kelompok sehingga dapat menimbulkan
solidaritas kelompok yang sangat kuat. Dengan memiliki rasa solidaritas, setiap
individu akan bersedia memberikan pengorbanan secara maksimal. Sikap
etnosentrisme diajarkan kepada kelompok bersama dengan nilai-nilai kebudayaan.
Salah satu bukti adanya sikap etnosentrisme adalah hampir setiap individu
merasa bahwa kebudayaannya yang paling baik dan lebih tinggi dibanding dengan
kebudayaan lainnya, misalnya:
a. Bangsa Amerika bangga akan kekayaan materinya
b. Bangsa Mesir bangga akan peninggalan kepurbakalaan yang bernilai tinggi
c. Bangsa Prancis bangga akan bahasanya
d. Bangsa Italia bangga akan musiknya.
Dampak positif dari etnosentrisme yaitu dapat
mempertinggi semangat patriotisme, menjaga keutuhan dan stabilitas kebudayaan,
serta mempertinggi rasa cinta pada bangsa sendiri.
Pada negara indonesia apabila kita dalami masih ada
saja yang menjadikan etnosentrisme ini sebgai kebiasaan sehari- hari. Indonesia
terdiri dari berbagai kepulauan serta beaneka ragam pula suku dan adat istiadatnya.
Kalau kita dalami maknanya, sesungguhnya kita sangat bisa hidup bersatu tanpa
menjatuhkan pandangan tentang tolak ukur. disamping satu kekurangan masih ada
banyak kelebihan yang terdapat pada orang lain maupun diri kita pribadi.
Sumber :
http://restiamalia28.blogspot.co.id/2015/01/diskriminasi-dan-etnosentrisme.html
id.wikipedia.org/wiki/Diskriminasi
http://blog-pelajaransekolah.blogspot.com/2013/06/pengertian-etnosentrisme.html
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100530150302AA5CFN3
Agama dan masyarakat
AGAMA DAN MASYARAKAT
Telah
kita ketahui di Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan adat
istiadat yang juga berhubungan dengan masyarakat dan agama. Dari
berbagai budaya yang ada di Indonesia dapat dikaitkan hubungannya dengan
agama dan masyarakat dalam melestraikan budaya.Sebagai contoh budaya
Ngaben yang merupakan upacara kematian bagi umat hindu di Bali yang
sampai sekarang masih terjaga kelestariannya.Hal ini membuktikan bahwa
agama mempunyai hubungan yang erat dengan budaya sebagai patokan utama
dari masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama dan melestarikan
kebudayaannya.Selain itu masyarakat juga turut mempunyai andil yang
besar dalam melestarikan budaya, karena masyarakatlah yang menjalankan
semua perintah agama dan ikut menjaga budaya agar tetap terpelihara.
Selain itu ada juga hubungan lainnya,yaitu menjaga tatanan kehidupan.Maksudnya hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis,karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain. Sebagai contoh jika kita rajin beribadah dengan baik dan taat dengan peraturan yang ada,hati dan pikiran kita pasti akan tenang dan dengan itu kita dapat membuat keadaan menjadi lebih baik seperti memelihara dan menjaga budaya kita agar tidak diakui oleh negara lain.
Selain itu ada juga hubungan lainnya,yaitu menjaga tatanan kehidupan.Maksudnya hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis,karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain. Sebagai contoh jika kita rajin beribadah dengan baik dan taat dengan peraturan yang ada,hati dan pikiran kita pasti akan tenang dan dengan itu kita dapat membuat keadaan menjadi lebih baik seperti memelihara dan menjaga budaya kita agar tidak diakui oleh negara lain.
Definisi Agama
Definisi
agama menurut Durkheim adalah suatu “sistem kepercayaan dan praktek
yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus
kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu
komunitas moral yang tunggal.” Dari definisi ini ada dua unsur yang
penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu “sifat
kudus” dari agama dan “praktek-praktek ritual” dari agama. Agama tidak
harus melibatkan adanya konsep mengenai suatu mahluk supranatural,
tetapi agama tidak dapat melepaskan kedua unsur di atas, karena ia akan
menjadi bukan agama lagi, ketika salah satu unsur tersebut terlepas. Di
sini terlihat bahwa sesuatu dapat disebut agama bukan dilihat dari
substansi isinya tetapi dari bentuknya, yang melibatkan dua ciri
tersebut.
Sedangkan
menurut pendapat Hendro puspito, agama adalah suatu jenis sosial yang
dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada kekuatan-kekuatan non-empiris
yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi
mereka dan masyarakat luas umumya. Dalam kamus sosiologi, pengertian
agama ada 3 macam yaitu:
1. Kepercayaan pada hal-hal yang spiritual
2. Perangkat kepercayaan dan praktek-praktek spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri
3. Ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural
Ruang Lingkup Agama
Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup :
a. Hubungan manusia dengan tuhannya
Hubungan dengan tuhan disebut ibadah. Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri manusia kepada tuhannya.
b. Hubungan manusia dengan manusia
Agama
memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan dan kemasyarakatan.
Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran agama
mengenai hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula sebagai
ajaran kemasyarakatan. Sebagai contoh setiap ajaran agama mengajarkan
tolong-menolong terhadap sesama manusia.
c. Hubungan manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya.
Di
setiap ajaran agama diajarkan bahwa manusia selalu menjaga keharmonisan
antara makluk hidup dengan lingkungan sekitar supaya manusia dapat
melanjutkan kehidupannya.
Fungsi dan Peran Agama Dalam Masyarakat
Dalam
hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi
persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat
dipecahakan secara empiris karena adanya keterbatasan
kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama
menjalankan fungsinya sehingga masyarakat merasa sejahtera,
aman, dan stabil. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai
berikut :
a. Fungsi edukatif.
Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara
petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai,
pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan)
keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.
b. Fungsi penyelamatan.
Bahwa
setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini
maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan
dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral”
dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya.
Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa
yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah
dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.
c. Fungsi pengawasan sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :
- Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
- Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern.
d. Fungsi memupuk Persaudaraan.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.
- Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalisme, komunisme, dan sosialisme.
- Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
- Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama
e. Fungsi transformatif.
Fungsi
transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru
atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang
lebih bermanfaat.
Sedangkan menurut Thomas F.O’Dea menuliskan enam fungsi agama dan masyarakat yaitu:
1. Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2. Sarana hubungan transendental melalui pemujaan dan upacara keagamaan.
3. Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
4. Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
5. Pemberi identitas diri.
6. Pendewasaan agama.
Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan
masyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang memiliki derivasi
pada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan pembenaran dalam
mengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan masyarakat. Agama
menjadi sebuah pedoman hidup singkatnya. Dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang. Pertama, nilai agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai agama sebagai norma atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut pandang emosional yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa dalam diri yang disebut mistisme.
masyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang memiliki derivasi
pada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan pembenaran dalam
mengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan masyarakat. Agama
menjadi sebuah pedoman hidup singkatnya. Dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang. Pertama, nilai agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai agama sebagai norma atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut pandang emosional yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa dalam diri yang disebut mistisme.
Pengaruh Agama Terhadap Kehidupan Manusia
Sebagaimana
telah dijelaskan dari pemaparan diatas, jasa terbesar agama adalah
mengarahkan perhatian manusia kepada masalah yang penting yang selalu
menggoda manusia yaitu masalah “arti dan makna”. Manusia membutuhkan
bukan saja pengaturan emosi, tetapi juga kepastian kognitif tentang
perkara-perkara seperti kesusilaan, disiplin, penderitaan, kematian,
nasib terakhir. Terhadap persoalan tersebut agama menunjukan kepada
manusia jalan dan arah kemana manusia dapat mencari jawabannya. Dan
jawaban tersebut hanya dapat diperoleh jika manusia beserta
masyarakatnya mau menerima suatu yang ditunjuk sebagai “sumber” dan
“terminal terakhir” dari segala kejadian yang ada di dunia. Terminal
terakhir ini berada dalam dunia supra-empiris yang tidak dapat
dijangkau tenaga indrawi maupun otak manusiawi, sehingga tidak dapat
dibuktikan secara rasional, malainkan harus diterima sebagai kebenaran.
Agama juga telah meningkatkan kesadaran yang hidup dalam diri manusia
akan kondisi eksistensinya yang berupa ketidakpastian dan ketidakmampuan
untuk menjawab problem hidup manusia yang berat.
Para
ahli kebuadayaan yang telah mengadakan pengamatan mengenai aneka
kebudayaan berbagai bangsa sampai pada kesimpulan, bahwa agama merupakan
unsur inti yang paling mendasar dari kebudayaan manusia, baik ditinjau
dari segi positif maupun negatif. Masyarakat adalah suatu fenomena
sosial yang terkena arus perubahan terus-menerus yang dapat dibagi dalam
dua kategori : kekuatan batin (rohani) dan kekuatan lahir (jasmani).
Contoh perubahan yang disebabkan kekuatan lahir ialah perkembangan
teknologi yang dibuat oleh manusia. Sedangkan contoh perubahan yang
disebabkan oleh kekuatan batin adalah demokrasi, reformasi, dan agama.
Dari analisis komparatif ternyata bahwa agama dan nilai-nilai keagamaan
merupakan kekuatan pengubah yang terkuat dari semua kebudayaan, agama
dapat menjadi inisiator ataupun promotor, tetapi juga sebagai alat
penentang yang gigih sesuai dengan kedudukan agama.
Secara
sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh
yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor).
Pembahasan tentang fungsi agama disini akan dibatasi pada dua hal yaitu
agama sebagai faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi
masyarakat, pengaruh yang bersifat integratif.
Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti
peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara
anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban
sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan
nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung
bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya
konsensus dalam masyarakat.
Fungsi Disintegratif Agama
adalah, meskipun agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang
mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu masyarakat,
pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai kekuatan
yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkan eksistensi
suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya
agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali
mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain
Pengaruh Agama Terhadap Stratifikasi Sosial
Didalam
ajaran sosiologi kita mengenal pengertian stratifikasi sosial yang
mempunyai pengertian yaitu, susunan berbagai kedudukan sosial menurut
tinggi rendahnya dalam masyarakat. Seorang pengamat menggambarkan
masyarakat sebagai suatu tanda yang berdiri yang mempunyai anak
tanggga-anak tangga dari bawah keatas. Stratifikasi sosial itu tidak
sama antara masyarakat satu dengan yang lain karena setiap masyarakat
mempunyai stratifikasi sosialnya sendiri . Jika jarak antara tangga yang
satu dengan anak tangga yang ada diatasnya ditarik horizontal, maka
terdapat suatu ruang. Ruang itu disebut lapisan sosial. Jadi lapisan
sosial adalah keseluruhan orang yang berkedudukan lapisan sosial
setingkat . Contoh pengaruh agama terhadap stratifikasi pada golongan
petani, sikap mental golongan petani terbentuk oleh situasi dan kondisi
dimana mereka hidup, yang antara lain adalah faktor klimatologis dan
hidrologis seperti musim dingin dan musim panas, yang sejalan dengan
musim kering dan musim penghujan. Golongan petani selalu bergumul dengan
pemainan hukum alam (pertanian). Hukum cocok tanam kadang sulit
diperhitungkan secara cermat selalu bersandar pada kedermawanan alam
yang datang lambat & tidak menentu. Maka kaum petani lebih cenderung
untuk mendayagunakan kekuatan-kekuatan magis (supra-empiris)
guna membantu mereka dalam menentukan hari yang tepat. Semangat religius
golongan petani itu terlihat dari pengadaan sejumlah pesta pertanian
pada peristiwa penting, misalnya kaum petani di Indonesia mengadakan
selamatan pada saat menanam benih dan waktu panen, sampai sekarang ini
banyak petani di Indonesia masih mengadakan ritual tersebut.
KELESTARIAN AGAMA DALAM MASYARAKAT
Seiring
berkembangnya ilmu pengetahuan, kemudian lahir pemikiran-pemikiran yang
berlandaskan pada pemikiran sekuler seperti pemikiran Max Weber yang
mengatakan bahwa pada masyarakat modern agama akan lenyap karena pada
masyarakat modern dikuasai oleh teknologi dan birokrasi. Tetapi
pemikiran tersebut itu belum terbukti dalam kurun waktu terkhir ini.
Sebagai contoh yang terjadi di negara-negara komunis seperti Rusia, RRC,
Vietnam yang menerapkan penghapusan agama karena tidak sesuai dengan
ideologi negara tersebut, tetapi beberapa orang berhasil mempertahankan
agama tersebut, bahkan umat beragama semakin meningkat. Dengan
mengirasionalkan agama bahwa agama adalah sesuatu yang salah dalam
pemikiran, tetapi dengan sendirinya umat beragama dapat berpikir dan
mengetahui apa yang dipikirkan mengenai agama. Sehingga umat beragama
dapat memahami apa arti sebuah agama dam manfaatnya.
Karena
semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang demikian dinamis,
teori-teori lama kemudian mengalami penyempurnaan dan revisi. Bukan pada
tempatnya membandingkan kebenaran ilmu pengetahuan dengan kebenaran
yang diperoleh dari informasi agama. Pemeluk agama meyakini kebenaran
agama sebagai kebenaran yang bersifat kekal, sementara kebenaran ilmu
pengetahuan bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kemampuan pola
pikir manusia. Ilmu pengetahuan sendiri sebenarnya bisa menjadi bagian
dari penafsiran nilai-nilai agama. Sepertia yang dikatakan David Tracy
bahwa ilmu pengetahuan itu mengandung dimensi religious, karena untuk
dapat dipahami, dan diterima diperlukan keterlibatan diri dengan soal
Ketuhanan dan agama.
sumber :http://eliana-hubunganagamadanmasyarakat.blogspot.co.id/
Langganan:
Postingan (Atom)

