Kamis, 10 Mei 2018

ALAT UKUR LISTRIK ANALOG DAN DIGITAL

Alat Ukur Listrik Analog


Alat ukur listrik analog merupakan alat ukur generasi awal dan sampai saat ini masih digunakan. Bagiannya banyak komponen listrik dan mekanik yang saling berhubungan. Bagian listrik yang penting adalah, magnet permanen, tahanan meter, dan kumparan putar. Bagian mekanik meliputi jarum penunjuk, skala dan sekrup pengatur jarum penunjuk (Gambar 4).

alat ukur listrik analog

Mekanik pengatur jarum penunjuk merupakan dudukan poros kumparan putar yang diatur kekencangannya (Gambar 5). Jika terlalu kencang jarum akan terhambat, jika terlalu kendor jarum akan mudah goncang. Pengaturan jarum penunjuk sekaligus untuk memposisikan jarum pada skala nol meter. Alat ukur analog memiliki komponen putar yang akan bereaksi begitu mendapat sinyal listrik. Cara bereaksi jarum penunjuk ada yang menyimpang dulu baru menunjukkan angka pengukuran. Atau jarum penunjuk bergerak ke angka penunjukan perlahan-lahan tanpa ada penyimpangan. Untuk itu digunakan peredam mekanik berupa pegas yang terpasang pada poros jarum atau bilah sebagai penahan gerakan jarum berupa bilah dalam ruang udara (Gambar 6). Pada meter dengan kelas industri baik dari jenis kumparan putar maupun jenis besi putar seperti meter yang dipasang pada panel meter banyak dipakai peredam jenis pegas.

alat ukur analog dan digital


Bentuk skala memanjang saat kini jarang ditemukan. Bentuk skala melingkar dan skala kuadran banyak dipakai untuk alat ukur voltmeter dan ampermeter pada panel meter (Gambar 7).

Multimeter Analog

Multimeter salah satu meter analog yang banyak dipakai untuk pekerjaan kelistrikan dan bidang elektronika (Gambar 8). Multimeter memiliki tiga fungsi pengukuran, yaitu:
1. Voltmeter untuk tegangan AC dengan batas ukur 0-500 V, pengukuran tegangan DC dengan batas ukur 0-0,5 V dan 0-500 V.
2. Ampermeter untuk arus listrik DC dengan batas ukur 0-50 μA dan 0-15 A, pengukuran arus listrik AC 0-15 A.
3. Ohmmeter dengan batas ukur dari 1Ω-1MΩ. 

Alat Ukur Digital

Alat ukur digital saat sekarang banyak dipakai dengan berbagai kelebihannya, murah, mudah dioperaikan, dan praktis. Multimeter digital mampu menampilkan beberapa pengukuran untuk arus miliamper, temperatur °C, tegangan milivolt, resistansi ohm, frekuensi Hz, daya listrik mW sampai kapasitansi nF (Gambar 9). Pada dasarnya data /informasi yang akan diukur bersifat analog. Blok diagram alat ukur digital terdiri komponen sensor, penguat sinyal analog, analog to digital converter, mikroprosesor, alat cetak, dan display digital (Gambar 10). Sensor mengubah besaran listrik dan non elektrik menjadi tegangan, karena tegangan masih dalam orde mV perlu diperkuat oleh penguat input.

Sinyal input analog yang sudah diperkuat, dari sinyal analog diubah menjadi sinyal digital dengan (ADC) analog to digital akan diolah oleh perangkat PC atau mikroprosessor dengan program tertentu dan hasil pengolahan disimpan dalam sistem memori digital. Informasi digital ditampilkan dalam display atau dihubungkan dicetak dengan mesin cetak. Display digital akan menampilkan angka diskrit dari 0 sampai angka 9 ada tiga jenis, yaitu 7-segmen, 14-segmen dan dot matrik 5 x 7 (Gambar 11). Sinyal digital terdiri atas 0 dan 1, ketika sinyal 0 tidak bertegangan atau OFF, ketika sinyal 1 bertegangan atau ON. Sebuah multimeter digital, terdiri dari tiga jenis alat ukur sekaligus, yaitu mengukur tegangan, arus, dan tahanan. Mampu untuk mengukur besaran listrik DC maupun AC (Gambar 12).

Sakelar pemilih mode digunakan untuk pemilihan jenis pengukuran, mencakup tegangan AC/DC, pengukuran arus AC/DC, pengukuran tahanan, pengukuran diode, dan pengukuran kapasitor. Terminal kabel untuk tegangan dengan arus berbeda. Terminal untuk pengukuran arus kecil 300 mA dengan arus sampai 10 A dibedakan.

Alat Ukur Analog Kumparan Putar

Konstruksi alat ukur kumparan putar terdiri dari permanen magnet, kumparan putar dengan inti besi bulat, jarum penunjuk terikat dengan poros dan inti besi putar, skala linear, dan pegas spiral rambut, serta pengatur posisi nol (Gambar 13). Torsi yang dihasilkan dari interaksi elektromagnetik sesuai persamaan:
T = B × A × I × N

T = Torsi (Nm)

B = kerapatan fluk magnet (Wb/m2)
A = luas efektif koil (m2)

I = arus ke kumparan putar (A)
N = jumlah lilitan

Dari persamaan di atas, komponen B, A dan N adalah konstan, sehingga torsi berbanding lurus dengan arus mengalir ke kumparan putar. Data alat ukur kumparan putar dengan dimensi 31/2 in, arus 1mA, simpangan skala penuh 100 derajat memiliki A : 1,72 cm2, B : 2.000 G(0,2 Wb/m2, N: 84 lilit, T : 2,92 × 10–6 Nm R kumparan putar: 88Ω, disipasi daya: 88 μW.

Untuk pengukuran listrik AC alat ukur kumparan putar ditambahkan komponen tambahan, yaitu diode bridge sebagai penyearah AC ke DC (Gambar 14). Tahanan seri RV untuk mendrop tegangan sehingga batas ukur dan skala pukuran sesuai. Sehingga tahanan total RT = RV + R. Multimeter menggunakan kumparan putar sebagai penggerak jarum penunjuknya

Sumber
http://softonezero.blogspot.co.id/2014/01/alat-ukur-listrik-analog-dan-digital.html



Selasa, 24 April 2018

daftar flora dan fauna

Daftar Macam Macam Flora Identitas Provinsi di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, adat istiadat dan keanekaragaman flora dan fauna. Disetiap daerah di Indonesia pastinya memiliki jenis flora khas daerah tersebut. Pembahasan kali ini kita akan membahas terkait flora nusantara yang mendapat status sebagai simbol flora nasional yang melambangkan Indonesia serta keanekaragaman hayati Indonesia. Selain itu kita kana membahas juga terkait lambang flora provinsial yang melambangkan tiap-tiap provinsi yang ada di Indonesia.

Flora Nusantara

Flora Nusantara merupakan flora yang ditetapkan oleh Pememrintah Indonesia yang dimaksudkan sebagai harapan dan mamapu mewakili karakteristik bangsa dan Negara Indonesia. Indonesia memiliki tiga jenis bunga nasioanl yang ditetapkan melalui keputusan Presiden Indonesia Nomor 4/1993. Jenis bunga tersebut antara lain:
Flora Identitas Provinsi di Indonesia
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 1989 tanggal 1 September 1989 tentang Pedoman Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah, berikut ini adalah daftar flora identitas di Indoneisa.
1.  Aceh – Bunga Jeumpa (Michelia champaca)
cempaka-faunadanflora
2. Bali – Majegau (Dysoxylum densiflorum)
Majegau
3. Bengkulu – Rafflesia Arnoldii (Rafflesia Arnoldii)
rafflesia-arnoldii-faunadanflora

4. Banten – Kokoleceran (Vatica bantamensis)
kokoleceran
5. DKI Jakarta – Salak condet (Salacca edulis)
salak condet
6. DI Yogyakarta – Kepel (Stelechocarpus burahol)
buah kepel
7. Gorontalo – Gofasa, gupasa (Vitex cofassus)
Gofasa, gupasa
8. Jambi – Pinang Merah (Cyrtostachys renda)
pinang merah
9. Jawa Barat – Gandaria (Bouea macrophylla)
gandaria
10. Jawa Tengah – Kantil (Michelia alba)
bunga kantil
11. Jawa Timur – Sedap malam (Polyanthes tuberosa)
bunga sedap malam

12. Kalimantan Barat – Tengkawang tungkul (Shorea stenoptera)
tengkawang tungkul
13. Kalimantan Selatan – Kasturi (Mangifera casturi)
kasturi kalimantan
14. Kalimantan Tengah – Tenggaring (Nephelium lappaceum)
tenggaring
15. Kalimantan Timur – Anggrek hitam (Coelogyne pandurata)
anggrek hitam
16. Kepulauan Bangka Belitung – Nagasari (Palaquium rostratum)
tumbuhan nagasari
17. Kepulauan Riau – Sirih (Piper betle)
sirih
18. Lampung – Bunga asar (Mirabilis jalapa)
bunga ashar
19. Maluku – Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis)
anggrek larat - fauna
20. Maluku Utara – Cengkeh (Syzygium aromaticum)
cengkeh
21. Nusa Tenggara Barat – Ajan kelicung (Diospyros macrophylla)
ajan kelincung
22. Nusa Tenggara Timur – Cendana (Santalum album)
cendana-asiatis
23. Papua – Buah merah (Pandanus conoideus)
buah merah
24. Papua Barat – Matoa (Pometia pinnata)
matoa-asiatis
25. Riau – Nibung (Oncosperma tigillarium)
pohon nibung
26. Sumatera Barat – Murbei (Morus macroura)
murbei
27. Sumatera Selatan – Duku (Lansium domesticum)
duku manis
28. Sumatera Utara – Kenanga (Cananga odorata)
bunga kenanga
29. Sulawesi Barat – Cempaka hutan kasar (Elmerrillia ovalis)
cempaka hutan
30. Sulawesi Selatan – Lontar (Borassus flabellifer)
pohon lontar
31. Sulawesi Tenggara – Anggrek serat (Dendrobium utile)
Anggrek serat
32. Sulawesi Tengah – Eboni (Diospyros celebica)
eboni
33. Sulawesi Utara – Longusei (Ficus minahasae)
Longusei
34. Timor Leste – Ampupu (Eucalyptus urophylla)

pohon ampupuk

Daftar Macam Macam Fauna Identitas Provinsi di Indonesia

Daftar fauna identitas provinsi Indonesia merupakan pembahasan yang akan penulis jelaskan pada kesempatan kali ini. Pada kesempatan sebelumnya kita telah bahas tentang Daftar Macam Macam Flora Identitas Provinsi di Indonesia, selain Flora, masing masing Provinsi di Indonesia juga memiliki fauna yang ditetapkan menjadi identitas ( maskot). Dari tipa tiap provinsi memiliki fauna identitas yang mencerminkan keberagaman hayati di daerahnya. Jika bunga melati, padma raksasa dan bunga anggrek bulan ditetapkan sebagai tiga jenis bunga nasional.Terdapat pula tiga jenis fauna yang menjadi identitas nasioanal.

Fauna Identitas Nasional

1. Komodo ditetapkan sebagai satwa nasional
2. Siluk merah ditetapkan sebagai satwa pesona
3. Elang Jawa ditetapkan sebagai satwa langka

Fauna Identitas Povinsi di Indonesia

1. Aceh – Ceumpala Kuneng (Trichixos pyrropygus)
cempala kuneng
2. Bali – Jalak Bali (Leucopsar rotschildi)
jalak bali
3. Bangka Belitung – Mantilin (Tarsius bancanus)
mantilin
4. Banten – Badak Jawai (Rhinoceros sondaicus
badak jawa
5. Bengkulu – Beruang Madu (Helarctos malayanus)
beruang madu
6. DI Yogyakarta – Perkutut (Geopelia striata)
perkutut
7. DKI Jakarta – Elang Bondol (Haliastur indus)
elang bondol
8. Gorontalo – Ikan Bulalao (Liza dussumieri)
ikan bulalao
9. Jambi –  Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
harimau sumatera
10. Jawa Barat – Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)
macan tutul jawa
11. Jawa Tengah – Kepodang Emas (Oriolus chinensis)
kepodang emas
12. Jawa Timur – Ayam bekisar (Gallus varius × Gallus gallus)
ayam bekisar
13. Kalimantan Barat – Enggang Gading (Rhinoplax vigil)
enggang gading
14. Kalimantan Tengah – Kuau Kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri)
kuau kerdil kaimantan
15. Kalimantan Selatan – Bekantan (Nasalis larvatus)
bekantan
16. Kalimantan Timur – Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)
pesut mahakam
17. Kepulauan Riau – Ikan Kakap (Lutjanus sanguineus)
ikan kakap
18. Lampung – Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)
gajah sumatera
19. Maluku – Nuri raja Ambon (Alisterus amboinensis)
nuri raja ambon
20. Maluku Utara – Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii)
bidadari halmahera
21. Nusa Tenggara Barat – Rusa Timor (Cervus timorensis)
rusa timor
22. Nusa Tenggara Timur – Biawak Komodo (Varanus komodoensis)
komodo langka
23. Papua – Cendrawasih 12 Kawat (Seleucidis melanoleucus)
cenderawasih 12 kawat
24. Papua Barat – Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra)
cenderawasih merah
25. Riau – Serindit (Loriculus galgulus)
serindit
26. Sumatera Utara – Beo Nias (Gracula religiosa robusta)
beo nias asli
27. Sumatera Barat – Kuau Raja (Argusianus argus)
kuau raja
28. Sumatera Selatan – Ikan Belida (Chitala lopis)
ikan belida
29. Sulawesi Selatan – Julang Sulawesi (Aceros cassidix)
julang sulawesi
30. Sulawesi Barat – Mandar Dengkur (Aramidopsis plateni)
mandar dengkur
31. Sulawesi Tenggara – Anoa (Bubalus depressicornis)
anoa
32. Sulawesi Tengah – Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo)
maleo sengkawor
33. Sulawesi Utara – Tangkasi (Tarsius tarsier)
tangkasi