Materi : AVR ( Advance Virtual RISC )
Tema : ATtiny 2313
Nama Kelompok : 1. Yohannes Leonard ( 17416788 )
2. Denis Al Malik Aziz ( 11416816 )
3. Raymond De Lano Kawulusan ( 16416119 )
4. Dai Muchsin KF ( 11416666 )
Kelas : 4IB02C
AVR
( Advance Virtual RISC )
Mikrokontroler
AVR
Beberapa fitur utama yang
tersedia pada ATmega8535 adalah:
1. Port I/O 32 bit, yang
dikelompokkan dalam: PortA, PortB, PortC
2. Analog to Digital
Converter 10-bit sebanyak 8 input
3. Timer/Counter sebanyak
3 buah
4. CPU 8 bit yang terdiri
dari 32 register
5. Watchdog Timer dengan
osilator internal
6. SRAM sebesar 512 byte
7. Memori Flash sebesar 8
Kbyte dengan kemampuan read while write
8. Interrupt internal
maupun eksternal
9. Port komunikasi SPI
10. EEPROM sebesar 512
byte yang dapat diprogram saat operasi
11. Analog Comparator
12. Komunikasi serial
standar USART dengan kecepatan maksimal 2,5Mbps
13. Frekuensi clock
maksimum 16 MHz
Mikrokonktroler Alv and Vegard’s Risc
processor atau sering disingkat AVR merupakan mikrokonktroler RISC 8 bit.
Karena RISC inilah sebagian besar kode instruksinya dikemas dalam satu siklus
clock.
Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis
arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang
memiliki berbagai kelebihan dan merupakan penyempurnaan dari arsitektur
mikrokontroler-mikrokontroler yang sudah ada.
Berbagai seri mikrokontroler AVR telah
diproduksi oleh Atmel dan digunakan di dunia sebagai mikrokontroler yang
bersifat low cost dan high performance. Di Indonesia, mikrokontroler AVR banyak
dipakai karena fiturnya yang cukup lengkap, mudah untuk didapatkan, dan
harganya yang relatif terjangkau.
A. Varian Mikrokontroler AVRAntar seri mikrokontroler AVR memiliki beragam tipe dan fasilitas, namun kesemuanya memiliki arsitektur yang sama, dan juga set instruksi yang relatif tidak berbeda. Tabel dibawah ini membandingkan beberapa seri mikrokontroler AVR buatan Atmel.
Keterangan:
- Flashadalah suatu jenis Read Only Memory yang biasanya diisi dengan program hasil buatan manusia yang harus dijalankan oleh mikrokontroler
- RAM (Random Acces Memory) merupakan memori yang membantu CPU untuk penyimpanan data sementara dan pengolahan data ketika program sedang running
- EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) adalah memori untuk penyimpanan data secara permanen oleh program yang sedang running
- Port I/O adalah kaki untuk jalur keluar atau masuk sinyal sebagai hasil keluaran ataupun masukan bagi program
- Timer adalah modul dalam hardware yang bekerja untuk menghitung waktu/pulsa
- UART (Universal Asynchronous Receive Transmit) adalah jalur komunikasi data khusus secara serial asynchronous
- PWM (Pulse Width Modulation) adalah fasilitas untuk membuat modulasi pulsa
- ADC (Analog to Digital Converter) adalah fasilitas untuk dapat menerima sinyal analog dalam range tertentu untuk kemudian dikonversi menjadi suatu nilai digital dalam range tertentu
- SPI (Serial Peripheral Interface) adalah jalur komunikasi data khusus secara serial secara serial synchronous
- ISP (In System Programming) adalah kemampuan khusus mikrokontroler untuk dapat diprogram langsung dalam sistem rangkaiannya dengan membutuhkan jumlah pin yang minimal
Gambar 2.1
Mikrokontroler AVR sudah menggunakan konsep
arsitektur Harvard yang memisahkan memori dan bus untuk data dan program, serta
sudah menerapkan single level pipelining. Selain itu mikrokontroler AVR juga
mengimplementasikan RISC (Reduced Instruction Set Computing) sehingga
eksekusi instruksi dapat berlangsung sangat cepat dan efisien. Blok sistem
mikrokontroler AVR dapat dilihat dalam Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Blok Diagram Mikrokontroler
AVR
Salah satu seri mikrokontroler AVR yang banyak
menjadi andalan saat ini adalah tipe ATtiny2313 dan ATmega8535. Seri ATtiny2313
banyak digunakan untuk sistem yang relatif sederhana dan berukuran kecil.
Berikut adalah feature-feature mikrokontroler seri ATtiny2313.
- Kapasitas memori Flash 2 Kbytes untuk program
- Kapasitas memori EEPROM 128 bytes untuk data
- Maksimal 18 pin I/O
- 8 interrupt
- 8-bit timer
- Analog komparator
- On-chip oscillator
- Fasilitas In System Programming (ISP)
Sedangkan ATmega8535 banyak digunakan untuk
sistem yang kompleks, memiliki input sinyal analog, dan membutuhkan memori yang
relatif lebih besar. Berikut adalah feature-feature mikrokontroler seri
ATmega8535.
- Memori Flash 8 Kbytes untuk program
- Memori EEPROM 512 bytes untuk data
- Memori SRAM 512 bytes untuk data
- Maksimal 32 pin I/O
- 20 interrupt
- Satu 16-bit timer dan dua 8-bit timer
- 8 channel ADC 10 bit
- Komunikasi serial melalui SPI dan USART
- Analog komparator
- 4 I/O PWM
- Fasilitas In System Programming (ISP)
- ATTiny 2313
ATTiny 2313 merupakan mikrokontroller 8-bit AVR dengan kapasitas memory maksimum sebesar 2 Kbytes yang tersimpan didalam Memory Flash-nya. ATTiny 2313 merupakan chip IC produksi ATMEL yang termasuk golongan single chip microcontroller, dimana semua rangkaian termasuk memori dan I/O tergabung dalam satu paket IC. Meski tidak dilengkapi satu pun channel ADC, tapi Attiny2313 menjadi pilihan banyak praktisi untuk membuat aplikasi yang tidak membutuhkan pembacaan besar analog.
Kapasitas memori program yang dimiliki adalah 2014 bytes, plus 128 byte EEPROM. Walaupun memiliki fisik dan kapasitas memori yang relatif kecil, mikrokontroler ini sudah memiliki modul full duplexUSART yang memudahkan interkoneksi dengan peralatan lain dan segudang kemampuan lainnya, seperti dua timer (satu 8-bit dan satu 16-bit dengan praskalar dan modus pembanding terpisah), 4 (empat) kanal pulse Width Modulation (PWM), pembanding analog internal (analog comparator), dan fasilitas debugWIRE untuk pelacakan kesalahan program (debugging).
Chip ini dikemas dalam bentuk PDIP (Parallel Dual In-line Package) 20 pin (juga terdapat versi SOIC dan QFN/MLF). IC Attiny2313-20PU (catu daya 5 V dengan kecepatan maksimum 20 MHz) dan Attiny2313V yang ditujukan untuk rangkaian elektronika yang bertegangan rendah dan sangat hemat daya. Untuk seri Attiny2313V, mikro-kontroller ini mampu beroperasi hingga kecepatan 4 MHz menggunakan tegangan yang sangat rendah (hanya 1,8 Volt). Apabila menggunakan catu daya bertegangan minimal 2,7 Volt (maksimal 5,5 V), mikrokontroler ini dapat beroperasi hingga kecepatan 10 MHz.
- Kelebihan ATTiny 2313
- ATTiny 2313 merupakan mikrokontroller 8-bit AVR dengan kapasitas
memory maksimum sebesar 2 Kbytes yang tersimpan didalam Memory Flash-nya.
ATTIny 2313 merupakan chip IC produksi ATMEL yang termasuk golongan single chip
microcontroller, dimana semua rangkaian termasuk memori dan I/O tergabung dalam
satu paket IC. Dalam pemrogramannya kontroller ini dapat dijalankan menggunakan
2 bahasa yaitu bahasa Assembly atau bahasa C. Sehingga memungkinkan pengguna
dapat mengoptimalkan kinerja sistem yang dibuat secara fleksibel.
Gambar IC Attiny2313
IC
ATTiny 2313 ada 2 jenis yaitu jenis PDIP/SOIC (berbentuk prisma segi empat) dan
jenis VQFN/MLF (berbentuk kotak) yang pada dasarnya memiliki fungsi yang sama,
hanya saja memiliki bentuk yang berbeda.
konfigurasi pin dari ATTiny 2313. Secara keseluruhan memiliki total 20 pin. Berikut adalah penjelasan secara garis besar dari konfigurasi pin-pin tersebut :
a. VCC
Tegangan masukan digital sebesar 5 Volt.
b. GND
Dihubungkan pada Ground. Referensi nol suplai tegangan digital.
c. PORT A (PA0...PA2)
Pada PORT A hanya terdapat tiga(3) buah pin saja atau 3 bit pin I/O. Dimana
PORT A ini, ketiga pin nya(seluruh pin PORT A) digunakan untuk keperluan
membuat sismin. Yaitu PA.0 dan PA.1 untuk input clock (nama komponen adalah
kristal), dan PA.2 untuk input tombol RESET.
d. PORT B (PB0...PB7)
Pada PORT B terdapat delapan(8) buah pin atau 8 bit pin I/O. Dan juga pada PORT
B ini terdapat port SPI(Serial Peripheral Interface), yaitu pin komunikasi
untuk men-download program secara serial syncronous dari komputer ke
mikrokontroller, pin-pin tersebut adalah MOSI(PORTB.5), MISO(PORTB.6),
SCK(PORTB.7).
Pada PORT D terdapat delapan(7) buah pin atau 7 bit pin I/O.
f. RESET
Reset berfungsi untuk menyusun ulang routing program dari awal. Biasanya RESET
bersifat Active Low, yaitu aktif saat logika bernilai nol “0”. Sinyal LOW pada
pin ini dengan lebar minimum 1,5 mikrodetik akan membawa mikrokontroler ke
kondisi Reset, meskipun clock tidak running. Sinyal dengan lebar kurang dari
1,5 mikrodetik tidak menjamin terjadinya kondisi Reset.
g. XTAL 1
XTAL1 adalah masukan ke inverting oscillator amplifier dan input ke internal clock operating circuit.
h. XTAL 2
XTAL2 adalah output dari inverting oscillator amplifier.
Sumber :
4. https://aozon.blogspot.com/2014/03/kelebihan-fitur-mikrokontroler-avr.html5. http://yanuaryana.blogspot.com/2014/12/mikr-on-kon-troller-attiny.html
6. http://avr-mikro.blogspot.com/2013/01/mengenal-attiny2313.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar